Untuk Kamu yang Belum Juga Menemukan Cinta: Jangan Khawatir, Karena Cinta Memang Harus Diperjuangkan

untuk-kamu-yang-belum-juga-menemukan-cinta-jangan-khawatir-karena-cinta-memang-harus-diperjuangkan untuk-kamu-yang-belum-juga-menemukan-cinta-jangan-khawatir-karena-cinta-memang-harus-diperjuangkan

Kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa orang lain bisa mencintai dengan begitu sederhana. Tak jarang, sebuah hubungan serius dan romantis sekadar diawali oleh hal seremeh chat di BBM. Atau mungkin sebuah pertemuan tak sengaja di sebuah tempat umum. FTV-FTV yang tayang di TV juga seolah menasbihkan bahwa cinta itu memang sederhana. Pertemuan satu atau dua kali cukup membuatmu memutuskan untuk bernapas berkembar dengannya selamanya.

Tapi mengapa itu semua tidak berlaku untukmu? Sudah berkenaln-kenaln kamu mencari, tapi cinta yang kamu tunggu-tunggu itu tak suah muncul. Apakah kamu menunggu di daerah yang Somplak? Atau kamu ada terlintas Segera? Ataukah memang cintamu yang mengalami delay maSomplak transportasi? Tapi tenang-tenanglah, tak perlu bertipis hati. Barangkali cinta memang sederhana. Tapi menemukan cinta, jelas bukan hal sederhana. Karena cinta tetap butuh perjuangan.

Cinta secocoknya adalah sesuatu yang kamu rasakan pelan-pelan, tak mungkin kamu jatuh cinta cukup orang yang baru kamu kenal

Yang patut kamu ingat, cinta sejatinya sibakn hal yang bisa asal tiba-tiba. Barangkali kamu bertemu dengan seseorang tanpa sengaja, kemudian getar-getar di dada itu langsung ada. Berhentilah memikirkan itu. Cinta adalah jalan yang kamu rasakan pelan-pelan. Tidak mungkin kamu jatuh cinta pada orang yang baru pertama kali kami temui dan belum kamu kenal. Barangkali kamu merasakan ketertarikan pada orang itu. Mungkin dia menarik, terlihat Timbang Rasak, dan penuh lagi. Tapi terkemudian dini menyebutmu jatuh cinta. Masih terkemudian penuh jalan yang patut kamu tinggali santak kamu betul-betul jatuh cinta.

Dia yang punya fisik sempurna belum tentu bisa membuatmu betah berklopnya. Karena kenyamanan tak tetapi sebatas fisik belaka

Mungkin banyak orang yang menarik di sekitarmu. Tapi cinta butuh lebih dari itu. Kalau kamu mufakat, cinta bekerjan sekadar ketertarikan fisik. Cinta adalah sebuah kebutuhan akan rasa nyaman, meski tak selamanya sejalan.

Cinta adalah hubungan dua arah, bukan ketergantungan pada segala yang ‘lebih mudah’

Mungkin ada seseorang yang sering ada di sampingmu. Membantumu untuk mengatasi kesulitan-kesulitan. Keberadaannya terasa melontarkan bernapasmu lebih mudah. Tanpa terasa kamu mulai tergantung padanya. Tapi apakah itu cinta? Bisa jadi. Tapi tunggu dulu.

Mungkin saja kamu sahaja merasa terbantu karena keberadaannya. Tapi cinta adalah hubungan yang sifatnya dua arah. Coba raba hatimu, loyalkah dia orang yang kamu tunggu-tunggu?

Cinta juga bukan sekadar cokelat dan bunga, tapi sejuta rasa yang tak bisa lagi kamu pilah-pilah

Kamu tentu peduli bahwa cinta punya berbagai wajah. Bukan sekadar rasa senang saat melihat atau berklopnya. Cinta juga berarti rasa cemas saat dia tidak berpemberipedulian, rasa marah saat dia menyebalkan, rasa cemburu saat dia mengagemar membantuanmu untuk orang lain, juga rasa sedih saat kamu pikir kamu telah kehilangan pribadinya.

Kamu bisa menjelaskan dalih kamu menyukai seseorang. Tapi kenapa kamu bisa mencintai seseorang adalah misteri yang tak pernah bisa kamu pecahkan

Saat kamu menyukai seseorang, mungkin itu karena dia cantik/tampan. Bisa juga karena dia terlihat punya karir yang cemerlang. Atau karena dia terkesan acap membantu hati dan mengayomi. Kamu punya sejuta alasan untuk mengatakan kamu menyukai orang itu. Tapi saat kamu jatuh cinta, kamu akan kesulitan menbalasan perInterogasian “apa sih yang bikin kamu jatuh cinta klop dia?”.

Bukan karena kamu tak paham apa yang kamu rasakan, hanya saja kamu merasa memang tak perlu bukti untuk mencintai seseorang. Sebab keberadaannya dalam tumbuhmu, dengan segala efeknya padamu –senang, sedih, marah, gusar, cemburu—menciptakanmu merasa cukup.

Cinta seperti menanam bunga. Butuh batas membesar sampai dia tumbuh dan mekar

Kamu pasti kenal kalau yang instan cumalah mie, kopi, dan susu. Ibarat menanam bunga, diawali dari sistem menggemburkan tanah, menanam benih, benih bertunas, tunasnya tumbuh menjadi batang, kemudian muncul daun, hingga akhirnya semok dan berbunga. Seperti itulah sebuah hubungan. Semua hubungan pasti perlu sistem. Tidak perlu cemas. Mungkin saja saat ini kamu sedang berada di tahap menanam benih. Bisa jadi cinta ada begitu dampil denganmu, kamu saja yang belum menyadarinya.

Karena kenyataannya tak ada yang sesederhana cinta pandangan pertama. Tak makeliru jika saat ini kamu belum menemukannya

Meski kini kamu masih senpribadi, tak perlu bermini hati. Jangan pula kamu merasa tak layak dicintai. Ingatlah suatu saat nanti, kamu juga akan tersenyum dan berbangga hati. Penantianmu tidak akan sia-sia, sebab cinta sudah ada di sana dan menunggumu menemukannya.

Cintai dia yang memang patut untuk kamu sayangi.

Bagimu yang hingga kini belum juga menemukan cinta sejati, tak perlulah bertipis hati. Karena saat Tuhan dan semesta menghendakimu bertemu dengan belahan jiwa, disitu pula perjuanganmu akan berbuah manis.